PELUANG USAHA KREATIF TERNAK BELUT




 Gabungan kelompok tani (gapoktan) Mekar Sari, Desa Kopen Kecamatan Jatipurno, Wonogiri kini memiliki usaha baru. Usahanya adalah budidaya belut. Meski baru seumur jagung, usaha ini sudah menjadi kiblat petani di Wonogiri. Bahkan belutnya hasil produksinya diminati orang di Negeri Matahari Terbit, Jepang.
“Belum lama ini, ada gapoktan dari Kecamatan Ngadirojo, Girimarto, Jatipurno, Nguntoronadi, Sidoharjo, Selogiri dan petani dari Sukoharjo belajar budidaya belut di kelompok kami ini,” ungkap Ketua Gapoktan Mekar Sari Desa Kopen Kecamatan Jatipurno, Manto (15/9).
Menurut dia, usaha ini dimulai tahun 2015 silam. Saat ini, Manto dan 30 anggota kelompoknya sudah memiliki 100 kolam belut, ditambah 25 kolam di tiga kecamatan lain.
”Gampang perawatannya, bisnis ini juga menguntungkan. Selain memenuhi pasokan dalam Wonogiri, belut ini nanti juga kita kirim ke Jawa Timur kemudian diekspor ke Jepang,” tandasnya.
Selama ini, pihaknya sudah bekerjasam dengan Asosiasi Belut Bojonegoro, Jatim. Mulai dari pengadaan bibit, pelatihan budidaya, hingga pemasaran. Sedangkan budiday belut di Bojonegoro sudah diekspor ke Jepang.
Namun untuk saat ini, kelompoknya masih terkendala pasokan belut yang masih minim. Padahal kebutuhan belut per hari mencapai ratusan kilogram.
“Saat ini, kami baru bisa menyediakan sekitar 60 kilogram perhari,” jelasnya.
Sementara dari Asosiasi Belut Bojonegoro, setiap hari pasokan belut rata-rata sekitar lima kwintal atau 500 kilogram.
“Jadi peluang bekerjasana masih terbuka lebar, kan kurangnya masih sekitar 440 kilogram belut perharinya,” jelasnya.

Komentar